Minggu, 19 Oktober 2014

Seputar Kampus

Seputar Kampus

Perkenalkan nama saya Jannur Gilang Tamara mahasiswa Universitas Gunadarma semester 7 fakultas Ilmu Komunikasi dan Teknologi Informasi jurusan Sistem Informasi. Saya menulis karangan tentang kampus ini berguna untuk melaksanakan tugas dari bu Ruddy J Suhatril mata kuliah Pengantar Telematika (softskill). Pertama kali saya masuk kampus ini cukup memuaskan karena dengan masa orientasi atau kita kenal dengan OSPEK hanya berjalan 1 hari dengan berjalan sangat lancar dan asik. Karena awal dateng OSPEK ke kampus hanya duduk dengerin panitia OSPEK menjelaskan isi kampus dan rektornya memberikan kata-kata sambutan. Waktu berjalan hari demi hari dengan tidak terasa saya sudah beranjak timgkat akhir  dimana masa ini adalah kita untuk memperoleh pemikiran yang menuju untuk masa depan kita. Dengan umur yang sangat matang untuk menunjukan bakat dan keahlian diri kita untuk menunjang karir sehabis kita menuntu ilmu Sarjana Strata Satu di kampus Gunadarma ini.

Menurut saya, fasilitas di kampus cukup memuaskan dikarenakan saya merasakan gedung kampus H dimana di isi dengan mahasiswa IT dan untuk melakukan ILAB. Kampus yang cukup bagus dengan fasilitas yang terdepan dibanding kampus lain. Dan adalagi gedung baru yang terletak di kampus D Margonda, Depok yang sekarang masih dibangun dengan 5 lantai dimana fasilitas yang cukup bagus dibanding kampus lainnya. Dimana sekarang-sekarang ini kita temui musim panas yang sudah dari bulan Agustus kemarin, saya merasakan kendala bila saya sedang kuliah, banyak kelas dengan fasilitas AC tetapi rusak apalagi mati hal itu disayangkan sekali oleh pengguna fasilitas tersebut yaitu mahasiswa itu sendiri. Mudah-mudahan dengan sudah terakreditasi A di kampus Universitas Gunadarma ini bisa meningkatkan fasilitas yang bilamana kurang dan kurang mendukung di mata mahasiswa, agar mahasiswa bisa belajar dengan tenang dan konsentrasi. Mungkin itu saja yang bisa sampaikan mengenai seputar kampus, bila ada salah pengucapan pada kata-kata mohon di maafkan, Terima Kasih.

Trend Masa Depan Telematika

Trend Masa Depan Telematika

Banyak sekali pengaruh dunia Teknologi bagi kita dan orang lain ada yang positif dan negatif, menurut saya teknologi itu bisa kita pakai kapan saja dan dimana saja contoh sederhana dengan kita mengakses handphone, laptop, notebook dengan adanya barang tersebut kita selalu mendapatan segala informasi dari luar maupun dalam dengan bantuan internet. Dengan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) juga tidak akan kalah dengan perkembangan TIK saat ini. Perangkat komputasi berskala terbayte akan kita jumpai di masa depan dengan kapasitas memory jauh lebih banyak kebanding kapasitas memory sekarang ini. Antarmuka pun sudah semakin bersahabat, lihat saja software Microsoft, Ubuntu, Linux dan masih banyak yang lainnya. Mereka semua berlomba untuk menampilkan antarmuka yang menarik, terbaik dan dengan kecepatan akses yang semakin tinggi dan cepat. Hal ini ditunjang oleh sistem kerja search engine yang semakin cepat mengumpulkan informasi yang dibutuhkan oleh si pengguna tersebut. Dan apalagi yang baru sekali kabar era robotik akan segara muncul di seluruh dunia ini. Dengan adanya kemampuan robot mesin tersebut mungkin sistem kerja manusia akan sangat membantu dalam kehidupan kita sehari-hari atau di dalam dunia pekerjaan. Jadi, dengan adanya teknologi manusia ini terus berkembang sehingga akan ada harapan-harapan tentang masa depan yang lebih baik di masa yang akan datang.


  2. http://kamalludinka29.blogspot.com/2013/11/definisi-telematika.html

Perkembangan Telematika

Perkembangan Telematika
Peristiwa proklamasi 1945 membawa perubahan yang bagi masyarakat Indonesia, dan sekaligus menempatkannya pada situasi krisis jati diri. Krisis ini terjadi karena Indonesia sebagai sebuah negara belum memiliki perangkat sosial, hukum, dan tradisi yang mapan. Situasi itu menjadi ‘bahan bakar’ bagi upaya-upaya pembangunan karakter bangsa di tahun 50-an dan 60-an. Di awal 70-an, ketika kepemimpinan soeharto, orientasi pembangunan bangsa digeser ke arah ekonomi, sementara proses – proses yang dirintis sejak tahun 50-an belum mencapai tingkat kematangan.
·           Dalam latar belakang sosial demikianlah telekomunikasi dan informasi, mulai dari radio, telegrap, dan telepon, televise, satelit telekomunikasi, hingga ke internet dan perangkat multimedia tampil dan berkembang di Indonesia. Perkembangan telematika penulis bagi menjadi 2 masa yaitu masa sebelum atau pra satelit dan masa satelit.
·            Di periode pra satelit (sebelum tahun 1976), perkembangan teknologi komunikasi di Indonesia masih terbatas pada bidang telepon dan radio. Radio Republik Indonesia (RRI) lahir dengan di dorong oleh kebutuhan yang mendesak akan adanya alat perjuangan di masa revolusi kemerdekaan tahun 1945, dengan menggunakan perangkat keras seadanya. Dalam situasi demikian ini para pendiri RRI melangsungkan pertemuan pada tanggal 11 September 1945 untuk merumuskan jati diri keberadaan RRI sebagai sarana komunikasi antara pemerintah dengan rakyat, dan antara rakyat  dengan rakyat.Sedangkan telepon pada masa itu tidak terlalu penting sehingga anggaran pemerintah untuk membangun telekomunikasipun masih kecil jumlahnya. Saat itu, telepon dikelola oleh PTT (Perusahaan Telepon dan Telegrap) saja. Sampai pergantian rezim dari Orla ke Orba di tahun 1965, RRI merupakan operator tunggal siaran radio di Indonesia. Setelah itu bermunculan radio – radio siaran swasta. Lima tahun kemudian muncul PPNO. 55 tahun 1970 yang mengatur tentang radio siaran non pemerintah.Periode awal tahun 1960-an merupakan masa suram bagi pertelekomunikasian Indonesia, para ahli teknologi masih menggeluti teknologi sederhana dan “kuno”. Misalnya saja, PTT masih menggunakan sentral-sentral telepon yang manual, teknik radio High Frequency ataupun saluran kawat terbuka (Open Were Lines). Pada masa itu, banyak negara pemberi dana untuk Indonesia – termasuk pendana untuk pengembangan telekomunikasi, menghentikan bantuannya. Hal itu karena semakin memburuknya situasi dan kondisi ekonomi dan politi di Indonesia.
·                Tercatat bahwa pada masa 1960-1967, hanya Jerman saja yang masih bersikap setia dan menaruh perhatian besar pada bidang telekomunikasi Indonesia, dan menyediakan dana walau di masa-masa sulit sekalipun. Ketika itu pengembangan telekomunikasi masih difokuskan pada pengadaan sentra telepon, baik untuk komunikasi lokal maupun jarak jauh, dan jaringan kabel. Indonesia saat itu belum memiliki satelit. Sentral telepon beserta perlengkapan hubungan jarak jauh ini diperoleh dari Jerman. Pada saat itu, Indonesia hanya dapat membeli produk yang sama, dari perusahaan yang sama, yakni Perusahaan Jerman. Tidak ada pilihan lain bagi Indonesia.
·                 Keleluasaan barulah bisa dirasakan setelah di tahun 1967/1968 mengalir pinjaman-pinjaman ke Indonesia, baik bilateral ataupun pinjaman multilateral dari Bank Dunia, melalui pinjaman yang disepakati IGGI. Akan tetapi, pada masa inipun inovasi dalam pemfungsian teknologi telekomunikasi masih belum berkembang dengan baik di negeri ini. Peda dasarnya kita memberi dan memakai perlengkapan seperti switches, cables, carries yang sudah lazim kita pakai sebelumnya.
·                 Badan penyiaran televisi lahir tahun 1962 sebelum adanya satelit yang semula hanya dimaksudkan sebagai perlengkapan bagi penyelenggara Asian Games IV di Jakarta. Siaran percobaan pertama kali terjadi pada 17 Agustus 1962 yang menyiarkan upacara peringatan kemerdekaan RI dari Istana Merdeka melalui microwave. Dan pada tanggal 24 Agustus 1962, TVRI bisa menyiarkan upacara pembukaan Asian Games, dan tanggal itu dinyatakan sebagai hari jadi TVRI.
Terdorong oleh inovasi, akhirnya pada tanggal 14 November 1962 untuk pertama kalinya TVRI memberanikan diri melakukan siaran langsung dari studio yang berukuran 9×11 meter dan tanpa akustik yang memadai. Acaranya terbatas, hanya berupa permainan piano tunggal oleh B.J. Supriadi dengan pengaruh acara Alex Leo.
Lebih setahun setelah siaran pertama, barulah keberadaan TVRI dijelaskan dengan pembentukan Yayasan TVRI melalui Keppres No. 215/1963 tertanggal 20 oktober 1963. Antara lain disebutkan bahwa TVRI menjadi alat hubungan masyarakat (mass communication media) dalam pembangunan mental/spiritual dan fisik daripada Bangsa dan Negara Indonesia serta pembentukan manusia sosialis Indonesia pada khususnya. Sampai tahun 1989, TVRI merupakan operator tunggal di bidang penyiaran televise. Jadi sebelum satelit palapa mengorbit, Indonesia hanya mengenal telekomunikasi yang bersifat terestrial, yakni yang jangkauannya masih dibatasi oleh lautan. Telekomunikasi seperti ini tidak bisa menjangkau pulau-pulau kecuali melalui penggunaan SKKL (Saluran Komunikasi Kabel Laut) yang mahal dan sulit dipergunakan.
 Gagasan tentang peluncuran satelit bagi telekomunikasi domestik di Indonesia bisa ditelusuri asal muasalnya dari sebuah konferensi di Janewa tahun 1971 yang disebut WARCST (World Administrative Radio Confrence on Space Telecomunication).
Pada konferensi itu di tampilkan pila pameran dari perusahaan raksasa pesawat terbang Hughes. Perusahaan inilah yang mengusulkan ide pemanfaatan satelit bagi kepentingan domestik Indonesia. Hal tersebut disambut oleh Suhardjono yang berlatar belakang militer dan membawa masalah satelit itu sampai ke Presiden RI. Selain pertimbangan kelayakan ekonomi dan teknis, sejarah peluncuran satelit ini juga diwarnai oleh kepentingan politik dimana hubungan antara Indonesia dengan negara- negara lain sudah mulai bersahabat. Di sisi lain, satelit memungkinkan penyebaran luas ideologi negara ke masyarakat luas melalui TV, satelit juga menguntungkan secara ekonomi.
Komunikasi tentang cara-cara menggali sumber daya alam dapat berlangsung dengan mudah. Ini berlaku untuk kasus tembaga pura (Freeport) dan di Dili. Peluncuran satelit Palapa di Cape Canaveral, Florida, bulan Agustus 1976 pada panel peluncuran terdapat 3 orang Indonesia dan perwakilan dari perusahaan NASA dan Hughes.

 Kejadian ini diresmikan juga melalui pidato kenegaraan oleh presiden Soeharto di Jakarta, tanggal 16 Agustus 1976. Ini merupakan satu- satunya proyek teknologi yang mendapat tempat terhormat di gedung Parlemen. Namun peluncuran satelit itu merupakan kebijakan nasional yang gagasan awalnya dicetuskan oleh pemerintah. Hal ini didasarkan pada pertimbangan bahwa Indonesia pernah mengalami ancaman perpecahan. Untuk mempersatukan tanah air yang sangat luas ini diperlukan sarana perhubungan yang mencakup seluruh wilayah nusantara. Proses kelahiran satelit ini hanya melibatkan sedikit teknokrat dan teknologi yang berpihak pada kepentingan orang banyak.

Definisi Telematika

Definisi Telematika


Pertama-tama saya memperkenalkan diri saya bernama Jannur Gilang Tamara, disini saya ingin memaparkan apa itu Definisi dari Telematika. Telematika yang sering kita dengar pasti ada hubungannya dengan komputer atau sistem jaringan komputer. Kata Telematika berasal dari bahasa Perancis “TELEMATIQUE” yang berarti bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Dan banyak para ahli komputer mengungkapkan Telematika itu merujuk pada cyberspace sebagai sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekomunikasi, media dan informatika. Telematika itu singkatan dari TELECOMMUNICATION and INFORMATICS sebagai wujud dari perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah Telematika juga dikenal sebagai “new hybird technology” yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Dan media komunikasi yang biasa orang gunakan untuk hal Telematika, yaitu : Handphone, Internet dan Video Conference.